Tumblr Mouse Cursors

Senin, 05 November 2012

The Script Enjoy Menulis Lagu dan Memproduseri Album Sendiri


Gadis Ngegosip

Para personel The Script, Danny O’Donoghue (vokalis), Mark Sheehan (gitaris) dan Glen Power (drummer) memang terkenal kreatif dalam bermusik. Terutama Danny dan Mark yang sering menulis lagu bareng untuk album-album The Script. Di sini, Danny bakal berkomentar mengapa mereka begitu senang bisa terlibat dalam proses pembuatan album.

“I love it! Menciptakan lagu adalah hidup kami. Gue dan Mark sudah seperti roti dengan mentega. Makanya, kami sering menghabiskan waktu bareng di studio untuk menciptakan suara dan nada berbeda,” ungkap Danny.

Menurut Danny, apa yang dilakukan oleh mereka persis seperti yang dilakukan oleh band besar kebanyakan. “Kami hanya menulis lagu, mencoba menjadi produser hebat, melakukan tur besar dan hal-hal lainnya yang bisa kami lakukan. Yang membedakan kami dengan band besar lainnya adalah band lain punya produser musik dan pencipta lagu di luar anggota band, juga tim besar di sekitar mereka. Tapi, kami nggak begitu. Kami nggak hanya sekedar menyanyi, tapi juga turut menulis dan memproduseri musik kami,” tambah Danny.

Untuk album terbaru mereka, #3, Danny dan Mark menulis salah satu lagu yang berjudul If You Could See Me Now yang bermakna sangat dalam. Lagu itu sebenarnya merupakan pengalaman Danny empat tahun lalu dan ketika itu mereka tengah mengerjakan album pertama. Psst, lagu itu juga merupakan pengalaman Mark ketika kecil. Kenapa baru ditulis sekarang, ya?

“Karena ketika itu, kami masih terlalu emosional. Kami pikir kami belum siap untuk menulis lagu itu. Ketika kami memproduksi album pertama, banyak banget kritik yang berdatangan, karena kami orang berkulit putih, tapi menyanyikan lagu rap. Kami rasa, kami nggak akan siap menyanyikan lagu itu (If Could See Me Now) di saat hati kami sedang rapuh. Gue dan Mark butuh waktu lama untuk mengendalikan emosi,” jelas Mark.

Mau tahu makna lagu If Could See Me Now dan segala hal tentang album #3? Baca di majalah GADIS nomor 30 yang terbit pada 9 November 2012!

Halloween ala Lea Michele, Zac Efron dan Nina Dobrev

Perayaan Halloween memang selalu ditunggu-tunggu. Nggak hanya oleh kita, tapi juga seleb Hollywood. Cuma di pesta Halloween, kita bisa berkreasi sekreatif mungkin saat mempersiapkan kostum. Bisa menyontek gaya seperti hantu menyeramkan, makhluk-makhluk aneh sampai karakter film. Yuk, lihat gaya Lea Michele, Zac Efron dan Nina Dobrev untuk pesta Halloween.
Lea Michele
Pemeran Rachel Berry di Glee ini adalah penggemar berat Natalie Portman. Pada Halloween tahun lalu, Lea Michele menghadiri Hollywood Costume Party di New York dan bergaya ala salah satu peran Natalie Portman di film, yakni Black Swan. Cewek berhidung mancung ini memakai baju penari balet berwarna putih yang dihiasi bulu angsa di bagian pinggangnya. Ia juga memulas wajahnya dengan bedak putih sampai tampak pucat serta memakai eyeshadow hitam.















Zac Efron

Saat menghadiri pesta Halloween yang diadakan Aly dan AJ Michalka di Los Angeles tahun lalu, Zac Efron memakai kostum polisi yang terinspirasi dari film Reno 911. Malam itu, pemain film 17 Again ini menjadi Letnan Jim Dangle, pemeran utama film Reno 911. Zac memakai jaket dan kacamata hitam khas polisi, lengkap dengan pistolnya. Supaya makin mirip dengan karakter Jim Dangle, Zac juga memakai celana pendek, lho. Hihihi…
















Nina Dobrev

Sebagai penggemar cerita Charlie and Chocolate Factory, Nina Dobrev nggak malu untuk bergaya ala Willy Wonka untuk pesta Halloween. Pemeran The Perks of Being a Wallflower ini memakai jubah warna ungu, lengkap dengan topi velvet dan sarung tangan hijau seperti Willy Wonka. Untuk menambah unik penampilannya, Nina menambahkan legging bermotif jaring. Kostum ini dipakai saat menghadiri pesta Halloween yang diadakan Heidi Klum di West Hollywood tahun 2009.

Taylor Swift Bicara Soal Judul Albumnya


Gadis Ngegosip

Setelah asyik dengan lagu super catchy dari Taylor Swift, We Are Never Ever Getting Back Together, mungkin banyak di antara kamu yang bertanya-tanya: kenapa sih, album tersebut diberi nama Red? Nah, sang penyanyi akan angkat bicara.
“Aku menyebutnya RED karena merah lebih dari sekedar warna, tetapi mencerminkan emosi. Merah itu unik. Ia menggambarkan secara sekaligus dua hal yang saling bertolakbelakang. Di satu sisi, kamu akan menemukan kebahagiaan, perasaan jatuh cinta, semangat dan keinginan kuat. Tetapi, di sisi yang lain, kamu juga akan menemukan obsesi, ketakutan, kemarahan, frustasi, bahkan kecemburuan. Jadi menurutku, merah adalah warna yang paling cocok untuk menggambarkan seluruh perasaan dalam sebuah hubungan, baik perasaan yang senang maupun tidak,” ungkap sang pecinta angka 13. Pemilik kucing bernama Meredith ini menambahkan, “Karena ada banyak kehebohan yang terjadi akibat cinta, maka warna yang paling pas adalah merah.”

Di sepanjang karyanya, cinta memang menjadi tema besar dalam sepanjang album yang ia produksi. Apapun yang ia alami bersama pacar maupun mantan pacar, hampir sebagian besar menjadi bahan lirik lagunya, seperti lagu Back To December. yang menurut rumor, mengisahkan tentang permohonan maafnya kepada sang mantan, yaitu Taylor Lautner. Lalu, album baru kali ini mengisahkan tentang siapa ya?

“Aku tidak mau menyebutkan album ini bercerita tentang siapa. Sudah banyak hal yang aku ceritakan kepada orang-orang. Tapi untuk kali ini, kurasa cukup menyenangkan bila hanya aku saja yang mengetahuinya,” ujar pemilik tinggi badan 180 cm ini.

Menurut kamu, siapa ya yang sedang diceritakan Taylor? Jake Gyllenhaal, John Mayer, Conor Kennedy, Taylor Lautner atau Joe Jonas? Hihihi…

Taylor Lautner Ditertawai Robert Pattinson


Gadis Ngegosip

Pada saat syuting Breaking Dawn Part 2, Robert Pattinson berkali-kali ketahuan menertawai Taylor Lautner. Kenapa ya, pemeran Edward Cullen itu menertawai Taylor, lawan mainnya di Breaking Dawn Part 2? 

“Aku menertawai Taylor karena perannya sebagai Jacob Black mengharuskan dia beradegan mesra dengan Renesmee yang diperankan oleh Mackenzie Foy. Sebagai Jacob, mungkin hal itu nggak apa-apa, ya. Soalnya, memang diceritakan kalau Jacob suka sama Renesmee. Tapi, aku tetap melihatnya sebagai Taylor yang terlihat aneh karena harus duduk mesra dengan Mackenzie Foy yang umurnya baru 11 tahun,” beber Rob, panjang lebar.

Ditertawakan Rob nggak bikin Taylor kesal. Cowok ganteng ini mengaku bahwa dia sedikit grogi saat beradegan dengan Mackenzie. “Dia lucu dan cantik. Tapi, tetap saja dia seorang anak kecil. Agak susah memasang mata tertarik pada Mackenzie. Tapi, aku sudah berusaha keras,” ungkap Taylor, tergela

Kostum Katy Perry, Emma Roberts dan Chord Overstreet di Pesta Halloween 2012

serunya para seleb memakai kostum di Pesta Halloween yang berlangsung pada 31 Oktober 2012 kemarin bisa kamu lihat di foto-foto berikut ini. 


Foto A - Foto B - Foto C

Foto D - Foto E - Foto F
  • Ayo tebak, siapa sih, cowok berkacamata kuning dalam Foto A ini? Hihihi… dia adalah Chord Overstreet yang bergaya ala Brad Pitt.
  • Christina Aguilera bergaya ala prajurit cewek abad pertengahan dalam Foto B. Tapi, dengan rambut pink dan mahkota. Hmmm…
  • Cewek dengan sepatu boot hitam dan rok mini jeans dalam Foto C ini adalah Emma Roberts. Ia memakaii kostum ala Sang Tante, Julia Roberts dalam film Pretty Woman.
  • Foto D Hillary Duff tampil menyeramkan sekaligus seksi.
  • Little Mermaid menjadi inspirasi dandanan Kim Kardashian dalam Foto E tahun ini.
  • Woow… Katy Perry tampak menyeramkan dengan dandanan ala vampir. Coba lihat

Cowok Amerika dan Inggris di Mata Emma Watson


Gadis Seleb

Emma Watson dikenal sebagai cewek yang nggak sungkan berbagi cerita, termasuk soal cowok. Ketika jadi bintang tamu di acara The Ellen Show, Ellen Degeneres selaku pembaca acara bertanya pada Emma tentang pengalaman pacarannya. 

Emma Watson pernah jadian sama pemain rugby Inggris, Tom Duckworth dan sesama model iklan Burberry berkebangsaan Inggris, George Craig. Setelah putus dengan keduanya, Emma jadian sama cowok Amerika Serikat, Johnny Simmons yang juga berperan di film The Perks of Being a Wallflower. Hubungan Emma dan Johnny nggak berlangsung lama. Ketika kembali ke Inggris untuk kuliah di Oxford, cewek yang lagi mempersiapkan film berjudul Noah ini bertemu dengan Will Adamowicz, mahasiswa dari Amerika Serikat. Nggak lama kemudian, keduanya jadian.

Menurut Emma, cowok Inggris itu lebih sopan ketimbang cowok Amerika. “They dressed very well and like very well-mannered. Tapi, cowok Inggris juga suka bertingkah aneh. Kalau lagi berantem, mereka bisa jadi sangat sensitif. Aku dan mantan pacarku bisa nggak berbicara berbulan-bulan,” komentar Emma. Sedangkan, cowok Amerika diakui Emma lebih santai dan lebih terbuka saat sedang berbicara. “Cowok Amerika nggak bertele-tele saat mengajak kencan, tapi mereka sering memakai sandal ketika kencan. Aneh, ya? hahaha…” tutup Emma

RED, Album Baru Taylor Swift


Gadis Seleb

Setelah menghitung mundur bersama para fans di Instagram selama 10 hari, akhirnya album baru si cantik Taylor Swift keluar juga. Yeay! Album berjudul “Red” ini resmi dirilis pada 22 Oktober 2012 lalu di Amerika Serikat.

Cewek berumur 22 tahun ini memang suka banget dengan dunia musik dan tulis-menulis. Maka, nggak heran bahwa seluruh lirik dalam empat album yang dimilikinya, ditulis sendiri oleh si penyanyi soundtrack film Hunger Games ini. “Album ini berbeda dengan album-album sebelumnya. Di sini, aku mencoba berbagai hal baru dan mendorong diriku keluar dari comfort zone. Aku merasa diriku sangat tertantang saat mengerjakan album ini,” kata pengisi suara Audrey di film The Lorax ini.

Menurut si pecinta kucing ini, “Lagu yang paling sulit diproduksi dalam album ini adalah All Too Well. Rasanya aku ingin menulis seluruh perasaanku, tetapi nyatanya lagu ini bisa menjadi berdurasi 10 menit begitu aku selesai menuliskannya. Akhirnya, aku meminta bantuan kepada temanku, Liz Rose, untuk memotong dan menyusun kembali lagu ini”.

Sebelum album ini dirilis, telah ada beberapa lagu yang meledak di pasaran. Seperti singel yang dirilis pada 13 Agustus 2012, We Are Never Ever Getting Back Together, naik drastis dari peringkat ke-72 menjadi lagu peringkat pertama di Billboard Hot 100. Wow! Beberapa lagu lain juga dirilis untuk ikut meramaikan penghitungan mundur tanggal peluncuran album ini, di antaranya Begin Again, Red, I Knew You Were Trouble dan State of Grace.

Tokyo Girls Collection 2012 Street Snaps

Event happening Tokyo Girls Collection Autumn/Winter 2012 yang baru saja diadakan di Saitama Super Arena, Tokyo ini memang menyisakan banyak cerita seru. Termasuk gaya berpakaian para street styler yang fashionable dan bisa jadi bocoran untuk tren Fall 2012. 

Dapat terlihat, beberapa fashion items yang tampil eksis adalah light leather shorts/skirts, hats with ears, beige color palettes, patterns clutch, everything studs, dan perpaduan warna hitam-putih. Untuk sepatu, selain boots, terlihat flatform shoes juga sedang digemari. Gaya keren mereka tentunya bisa kamu jadikan inspirasi!



Anteprima Spring/Summer 2013

Warna-warna pastel terlihat mendominasi koleksi Anteprima Spring/Summer 2013 pada Milan Fashion Week lalu. Karya terbaru dari desainer Izumi Ogino ini, memiliki cutting sederhana dengan flowing dan sheer material yang dramatis. 

Siluet feminin yang simpel dituangkan Anteprima dalam desain loose top dan pants, oversized top, midi dress dan knee length cullotes. Sebagai pemanis, detil motif polkadot yang soft, flap pocket dan pleats ditambahkan untuk memberi sentuhan fun dalam koleksi ini. Ditampilkan dengan paduan platinum heels, memberi kesan bahwa koleksi ini bisa dikenakan pada suasana santai maupun formal.

Untuk aksesoris, Anteprima meluncurkan wire square clutches yang cantik, dengan warna-warna gold, silver dan hitam. Tambahan big beads pada beberapa mini clutches menambah kesan edgy pada koleksi aksesorisnya ini.  



Mochilla Ice Cream

Para pecinta mochi pasti sudah pernah merasakan mochi dengan berbagai macam isinya. Nah, mochi satu ini agak berbeda, nih. Karena isinya adalah ice cream. Bahkan ice cream mochi ini juga memiliki berbagai macam rasa, lho. Mochi di Mochilla bentuknya memang bulat biasa, tapi diberikan aneka warna menarik sesuai dengan rasa dari ice cream di dalamnya.

Mochilla punya banyak pilihan rasa ice cream. Kalau ditotal, ada sekitar 27 rasa. Di antaranya yang lumayan beken adalah Belgian Chocolate, Black Sesame, Cookies 'N Cream, Green Tea dan berbagai rasa buah seperti strawberry, mangga, serta durian. Ada juga, lho berbagai rasa yoghurt seperti yoghurt plain, yoghurt kiwi dan yoghurt blueberry.


Di outlet Mochilla, kita bisa menikmati mochi ice cream sambil duduk-duduk atau take away. Tenang saja, ice cream ini aman dibawa pulang ke rumah kok, karena disediakan packaging take away dengan dry ice supaya mochi ice cream-nya tetap awet. Jika kita nggak kepengin makan mochi, bisa juga menikmati ice creamnya saja yang juga tersedia dalam berbagai macam rasa. 

Mochilla Ice Cream
Kategori: Tempat Makan
Alamat: Grand Indonesia West Mall, Jakarta. Mall Gandaria City, Jakarta
Range Harga: Rp 12.000 – Rp 24.000
Jam Operasional: Jam 10.00 – 22.00 WIB

The 1st Official Guide Book JKT48


Gadis Try It

Dalam buku ini, kita bisa lihat semua hal tentang JKT48. Mulai dari persiapan pentas, saat pentas, setelah pentas juga profil tentang masing-masing member. Penggemar JKT48, wajib nih, menjadikan buku ini sebagai koleksi.  

Buku dengan sampul semua member JKT48 ini berisi beberapa bagian. Bagian pertama menceritakan tentang seluk beluk persiapan pentas perdana JKT48. Mulai dari capeknya latihan,  gladiresik yang dilakukan sampai tengah malam, susahnya menari sambil bernyanyi sampai saat pentas berlangsung. Setelah pentas pun masih diceritakan lagi. Yaitu, ada member yang menangis karena merasa melakukan kesalahan dan dihibur oleh teman-temannya.

Bagian kedua, menceritakan tentang profil masing-masing member. Apa hal-hal yang disukai, pengalaman seru saat di JKT48, siapa member yang paling akrab dengan member yang lain sampai isi tasnya pun ditulis di bagian ini. Bagian ini, dilengkapi dengan foto-foto juga, lho!

Kemudian, ada juga bagian yang menceritakan tentang bagaimana kalau member JKT48 ternyata adalah teman sekolahmu. Lihat deh, gaya Rena, Shania, Jessica Veranda dan Nabilah dalam seragam sekolah SMA yang cute. Ada juga gaya Melody menjadi guru cantik serta Ghaida menjadi murid yang sedang berolahraga.

Tertulis juga bagian tentang Girl’s Talk yang menceritakan hal-hal lucu yang terjadi di antara para personel JKT48. Menarik banget deh, untuk disimak!

The 1st Official Guide Book JKT48
Kategori: Buku
Penulis: Toshiyuki Ogino, Akira Ohira
Penerbit: Kompas Gramedia, 2012

Hiroya Japanese Restaurant

Restoran Jepang nggak melulu identik dengan harganya yang mahal dan tempatnya yang fancy. Di daerah Jakarta Timur, tepatnya di sebuah kawasan perumahan di Rawamangun ternyata nyempil warung makanan negeri sakura bernama Hiroya. Tampilan resto tersebut sederhana. Namun saat mencicipi menu yang disajikan, hmm… langsung acungkan jempol! 
Hiroya Japanese Resaturant sebenarnya milik Hiro, seorang mahasiwa Jepang yang belajar bahasa Indonesia di Universitas Indonesia. Kalau beruntung, kita bisa ketemu dijamu langsung oleh pemiliknya, lho. Beberapa menu khas Jepang, seperti sushi, soba, tempura, dan ramen disediakan di sini. Banyak banget pilihan dengan rasa yang nggak kalah dengan resto Jepang yang ada di mal. 

Pastinya nggak seru kalau datang ke resto Jepang tanpa memesan sushi. Hiroya punya macam-macam sushi andalan. GADIS sempat mencoba menu Sushi Salmon Baked Crunchy Rp. 28.000,- Sushi dengan isi baked salmon yang dilapisi remah-remah tepung tempura ini rasanya mantap banget. Ditambah saus mayoneis yang dituangkan di atasnya. Porsinya pas untuk dimakan ramai-ramai. Kita juga bisa coba Sushi Salmon Maki. Rumput laut, mentimun, dan alpukat digulung bersama nasi yang pulen. Di atasnya, ditaruh irisan keci salmon belly segar. hmm…yummy!


Coba juga Sushi Volcano Rp. 33.000,-. Bagi penyuka sajian yang creamy menu ini pas banget. Daging dan telur salmon dalam sushi ini seolah-olah ingin segera disantap sehingga beleber hingga ke luar. Penyuka pedas juga dimanjakan oleh menu Sushi Dynamite Fried Rp. 25.000,-. Lapisan pertama yang gurih membuat kita ketagihan untuk mengunyahnya. Namun, setelah masuk ke lapisan dalam Sushi, kita harus berhati-hati. Ada “ranjau” berupa cabe rawit yang langsung mengubah rasa menjadi pedas. 


Bagi yang nggak menyukai sushi, coba Chasoba Dingin Rp. 35.000,-. Soba homade yang dicampur dengan teh hijau ini disajikan bersama es batu dan kecap Jepang. Rasa pahit-asin bercampur dingin memberikan sensasi unik di lidah. Selain itu, coba juga menu set Chicken Nanban. Paket yang berisi nasi, sup miso, tempura, dan ayam fillet digoreng tepung ini hanya  Rp. 35.000, -. Pastinya, perut kita bisa langsung puas terisi. 

Hiroya Japanese Restaurant
Alamat: Jalan. Anggrek 33 Rawamangun, Jakarta Timur 13220
Telepon: (021) 47868486
Harga: Rp. 5000 – Rp. 70.000
Jam Buka: 10.00 – 22.00 WIB
Twitter: @HIROYAresto
FB: Hiroya Japanese Restaurant

Moshi Moshi Kawaii Harajuku

Moshi Moshi Kawaii Harajuku didirikan oleh Yasumasa Yonehara (Yone) yang merupakan seorang fotografer ternama. Para fashionista di Jepang, mendeskripsikan toko ini sebagai souvenir shop karena menjual beragam items lucu yang sangat bernuansa Jepang modern.
Lihat saja di foto-foto berikut ini. Mulai dari T-shirts, bags, hats, sneakers, necklaces, earrings, handphone cases, bahkan chocolate cookies, tampil dalam desain dan kemasan yang menggemaskan. Yone juga sering berkolaborasi dengan beberapa artis mulai dari Kaela Kimura sampai SMAP.  Karakter dari toko yang berlokasi di Tokyo ini juga didesain khusus oleh Shashamin, seorang komik ilustrator. Sungguh kawaii, ya!

Nah, kalau kamu sedang liburan ke Tokyo, jangan lupa untuk mampir ke toko yang terletak di Gosaku Building, 2nd Floor, 1-16-11 Jingumae, Shibuya-Ku, Tokyo, Japan ini, ya. Untuk sekarang, kamu juga bisa mencari informasi menarik lainnya dengan mengunjungi official website-nya di www.moshikawa.com.