Air menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cairan
jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dan
diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi
mengandung hidrogen dan oksigen, sedangkan arti kata bersih menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia yaitu bebas dari
kotoran, bening tidak keruh, tidak
tercemar, tidak dicampur dengan unsur atau zat lain. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa air bersih merupakan cairan jernih yang tidak berwarna,
tidak berasa, tidak berbau, bebas dari kotoran, tidak tercemar, dan tidak
tercampur dengan unsur atau zat lain yang keadannya sangat diperlukan dalam
kehidupan makhluk hidup.
Krisis air bersih merupakan topik yang selalu
diperbincangkan di negara Indonesia. Bagaimana tidak, bahwasannya walaupun
negara kita dikelilingi oleh laut yang sangat luas namun tetap saja, Indonesia
selalu mengalami krisis air bersih. Kegunaan
air tidak akan terlepas dari kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini, karena
air merupakan salah satu unsur utama yang merupakan kebutuhan pokok seluruh
makhluk hidup. Tidak adanya air di dunia maka tidak ada kehidupan. Tubuh
manusia sendiri terdiri dari air yaitu sekitar 73% keberadaanya. Apabila ketersediaan
air cukup,maka kehidupan akan terus berlangsung.
Adapun manfaat air bagi manusia antara lain untuk keperluan rumah tangga
seperti mandi, memasak, mencuci,dan minum. Bahkan air sangat penting bagi
transportasi karena air sebaga media transportasinya. Sedangkan di segi
pertanian dan peternakan, petani memanfaatkan air untuk mengairi lahan
pertanian dan juga perkebunanan, peternak pun demikian sama hal nya dengan
petani yaitu peternak membutuhkan air guna menghidupi hewan-hewan ternaknya. Selain
manfaat air untuk kehidupan manusia, air pun juga mempunyai peran bagi hewan
dan tumbuhan. Bagi ikan, air adalah habitat asli mereka, tidak jawang juga yang
memanfaat air sebagai sarana bertahan hidup, selain itu air juga dimanfaatkan
untuk melepas dahaga karenga sangat mustahil jika hewan bertahan hidup apabila
tidak meminum air. Sedangkan, bagi tumbuhan air berfungsi untuk mengangkut
unsur hara didalam tumbuhan dan juga
berperan dalam proses fotosintesis.
Karena air tidak akan terlepas dari kehidupan manusia
maka PBB menetapkan air sedunia setiap tanggal 22 maret yang juga tertera didalam
Resolusi PBB Nomor 147/1993. Tujuannya supaya setiap orang di dunia iingatkan
untuk menghargai ketersediaan air.
Indonesia pun kini masih terus mengalami persoalaan dalam
ketersediaan air bersih. Setiap tahunnya terutama saat musim kemarau masih
banyak daerah diseluruh nusantara yang mengeluh dengan ketidaktersediannya air
bersih. Dua lembaga besar PBB UNICEF dan WHO melansir bahwa Indonesia termasuk
dalam 10 negara yang sebagian penduduknya tidak mempunyai ases untuk
mendapatkan air bersih. Hal ini diperkuat dengan riset yang dilakukan oleh
Direktur Kehutanan dan Konversi Sumber Daya Air Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Basah Hernowo yang mengatakan bahwa saat ini Indonesia Indoensia sudah di
ambang krisis air. Berdasarkan riset, air permukaan Pulau Jawa terus menyusut,
saat ini hanya sebesar 4,2 persen saja. Padahal menurutnya 57,6 persen penduduk
tinggl di Pulau Jawa dan jumlah penduduk itu akan terus bertambah.
Kondisi air yang bagus seharusnya sebanyak 65 persen
berupa green water, dan 35 persen blue water. Green water merupakan air yang
bisa meresap ke tanah, sedangkan blue water adalah air yang mengalir. Namun
kondisi di Indonesia saat ini terbalik. Persentase blue water lebih besar
daripada green water. Hal itu terjadi karena minimnya daya tampung tanah untuk
menyerap air. kibatnya, saat musim kemarau Indonesia mengalami kekeringan
sedangkan pada musim penghujan dilanda banjir.
Selain minimnya kuantitas, kualitas air pun kian
memprihatinkan. Saat ini air tanah di Jakarta sebagian besar sudah tidak layak
digunakan. Akhirnya masyarakat terpaksa menggunakan air olahan yang sebagian
didaur ulang dari air bercampur limbah.
Direktur Eksekutif
Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia Subekti mengatakan pelayanan air minum
Indonesia terburuk se-ASEAN. Kalah jauh dibandingkan semua negara di Asia
Tenggara. “Masyarakat kita mengkonsumsi air sangat tidak layak,” ujarnya. Ia
mengatakan dari tingkat pelayanan, akses air minum yang aman di Indonesia baru
mencapai 68,8 persen di 2015 yang terdiri dari air minum perpipaan sebesar 25
persen dan nonperpipaan sebesar 43,8 persen. Nilai ini berada di bawah negara
tetangga yang sudah mencapai 100 persen. “31,2 persen masyarakat mengkonsumsi
air belum aman,” katanya.
Dengan adanya
kelangkaan air bersih ini diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat
bekerjasama dalam mengatasi masalah tersebut. Untuk menghindari adanya
pemakaian air bersih secara besar-besaran, pemerintah harus benar-benar
memperhatikan dan mengawasi pemanfaatan air bersih nasional dengan melibatkan
para kepala daerah sebagai penanggung jawab di setiap daerah masing-masing.
Selain itu, masyarakat yang juga ikut andil terhadap penurunan kualitas air
bersih harus benar-benar peduli akan kelestarian air di waduk maupun danau
dengan tidak mencemari air tersebut baik melalui keramba apung, menangkap ikan
yang menggunakan racun atau bom dan juga tidak membuang sampah dengan
sembarangan di aliran sungai. Kemudian pemerintah juga perlu menambah
pembangunan infrastruktur penyaluran air khususnya d wilayah terpencil di
Indonesia untuk mendekatkan sumber daya air bersih ke masyarakat, sehingga
masyarakat tidak akan lagi kekurangan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Harapannya dengan perbaikan infrastruktur dan peranan
masyarakat dalam melastarikan air bersih, maka akses air bisa dimiliki seluruh
warga negara Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari sehingga tidak ada lagi
daerah yang mengalamai krisis air bersih.
Sumber :
http://akuinginsehat.com/manfaat-air/

0 Opinion:
Posting Komentar